KOLAKA — Komitmen nyata dalam mengawal ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi umat kembali ditunjukkan oleh kader muda Nahdlatul Ulama. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka, sukses mengembangkan unit usaha strategis berupa pembuatan pupuk kompos organik berskala besar yang mampu memproduksi hingga 30 ton pupuk berkualitas tinggi.
Inovasi gemilang ini lahir dari realitas keseharian para kader di lapangan. Mayoritas anggota GP Ansor di Kecamatan Toari berprofesi sebagai peternak kambing, yang selama ini menghasilkan limbah kotoran ternak dalam jumlah melimpah. Alih-alih dibiarkan menjadi limbah yang mencemari lingkungan, kotoran kambing tersebut diolah secara kreatif menjadi pupuk kompos organik yang bernilai ekonomis tinggi.
Solusi Ekologis untuk Pertanian Berkelanjutan
Pupuk organik hasil produksi kader GP Ansor Toari ini memiliki beragam keunggulan agronomis yang sangat dibutuhkan oleh sektor pertanian modern. Di antaranya mampu memperbaiki struktur tanah agar menjadi lebih gembur, meningkatkan daya simpan air di dalam tanah, serta menyediakan unsur hara makro dan mikro yang lengkap.
Selain itu, pupuk kompos ini juga berfungsi sebagai sumber makanan alami bagi mikroorganisme tanah, sehingga ekosistem lahan pertanian dapat terjaga keseimbangannya secara jangka panjang.
Mewujudkan Kemandirian Organisasi dan Kader
Ketua PAC GP Ansor Toari, Agus Sujatmiko, menjelaskan bahwa pengembangan unit usaha pupuk organik ini tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, melainkan juga sebagai langkah strategis untuk membangun kemandirian ekonomi, baik bagi individu kader maupun organisasi secara kelembagaan.
“Dengan adanya pembuatan pupuk organik ini, diharapkan ke depan PAC Toari dapat mandiri secara pribadi maupun organisasi,” ujar Agus Sujatmiko.
Ia menambahkan, terobosan ini merupakan wujud nyata dari instruksi Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kolaka yang secara aktif menggerakkan seluruh kader di berbagai lini. Gerakan ini fokus pada penguatan sektor pertanian, pemanfaatan lahan tidur, pengolahan limbah produktif, hingga pembangunan lumbung pangan di desa guna menopang pilar ketahanan pangan nasional.
“Menggunakan pupuk organik adalah wujud cinta kita pada bumi, serta menjadi investasi terbaik untuk kesehatan bumi dan anak cucu kita,” imbuhnya penuh optimisme.

Apresiasi Pimpinan Cabang: Menghidupkan Kembali Kesuburan Tanah
Langkah progresif PAC GP Ansor Toari ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua PC GP Ansor Kolaka, Saefuddin Muslimin. Menurutnya, kemampuan kader dalam mengubah sampah organik, kotoran ternak, dan sisa panen menjadi produk bernilai guna tinggi adalah bukti kapasitas kepemudaan yang adaptif dan solutif.
“Pupuk organik tidak hanya menyuburkan tanah, tetapi juga menghidupkannya kembali secara alami. Pupuk subur, tanah gembur, kader makmur,” tegas Saefuddin.
Lebih lanjut, Saefuddin mengingatkan bahwa garis historis GP Ansor tidak pernah bisa dipisahkan dari dunia pertanian. Ia merujuk pada pandangan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari yang menempatkan petani sebagai pahlawan dan penolong negeri.
Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga era pembangunan saat ini, para ulama dan kiai senantiasa turun ke lapangan mendampingi para petani dalam setiap musim. Oleh karena itu, sudah selayaknya kader-kader GP Ansor masa kini meneruskan tradisi tersebut dengan terjun langsung memperkuat sektor pertanian dari tingkat desa.
Melalui sinergi antara pengelolaan lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan ideologi kebangsaan, GP Ansor Toari membuktikan bahwa gerakan kepemudaan mampu memberikan solusi konkret bagi kemajuan masyarakat dan kejayaan sektor agraris di Kabupaten Kolaka.

